SELAMAT DATANG DI SIMMUDAH (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MARKAS & UNIT DONOR DARAH) PMI KOTA CILEGON

STOK DARAH

  • Tanggal : 2022-05-18
  • Jam : 14:35
  • A = 0
  • B = 0
  • AB = 2
  • O = 2
  • Jumlah = 4 Kantung

MARKAS

Jalan Belibis Raya Blok E21 No.1, Perumnas Cibeber Kencana, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Provinsi Banten – 42423 | Telp : (0254) 394617

UNIT DONOR DARAH

RS Krakatau Medika, Jalan Semang Raya, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Provinsi Banten 42434 | Telp : (0254) 392741

SIMMUDAH

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MARKAS & UNIT DONOR DARAH

KOTA CILEGON

MANDAT

PROFIL

KAPASITAS

PROGRAM

MARKAS-UDD

RELAWAN

P S D

MITRA

KEBENCANAAN

KECAMATAN

TIM SIBAT

PUBLIKASI

INFO PERSEDIAAN DARAH
Rabu, 18 Mei 2022
14:35 WIB
  • A = 0
  • B = 0
  • AB = 2
  • O = 2
MARKAS
Jalan Belibis Raya Blok E21 No.1, Perumnas Cibeber Kencana, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Provinsi Banten – 42423 | Telp : (0254) 394617
UNIT DONOR DARAH
RS Krakatau Medika, Jalan Semang Raya, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Provinsi Banten 42434 | Telp : (0254) 392741
Hari ini: 51 Total: 13268

MANDAT PMI

Undang-Undang No.1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, BAB V PALANG MERAH INDONESIA, Pasal 22, PMI bertugas :

  1. Memberikan bantuan kepada korban Konflik Bersenjata, kerusuhan, dan gangguan keamanan lainnya;
  2. Memberikan pelayanan darah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  3. Melakukan pembinaan relawan;
  4. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan Kepalangmerahan;
  5. Menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan;
  6. Membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri;
  7. Membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial; dan
  8. Melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, PMI bekerja sama dan berkoordinasi dengan organisasi internasional dan organisasi nasional yang bergerak di bidang kemanusiaan serta instansi pemerintah terkait (Pasal 29).

lintas sejarah pmi

BERDIRINYA Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia sendiri diawali sekitar tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Terpaksa rancangan itu disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan.

Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana; dr Marzuki; dr. Sitanala (anggota). Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 yang di ketuai oleh Drs. Mohammad Hatta. Didalam satu negara hanya ada satu perhimpunan nasional, maka 16 Januari 1950 pemerintah belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya ke PMI. Pihak NERKAI diwakili oleh dr. B. Van Trich sedangkan dari PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan.

PMI merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional. Setelah itu PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950

PMI terus memberikan bantuan hingga akhirnya Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan engan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia mengakui keberadaan PMI. Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949

Pada tahun 2018 PMI adalah organisasi kemanusiaan yang berstatus badan hukum, diundangkan dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan guna menjalankan kegiatan Kepalangmerahan sesuai dengan Konvensi Jenewa Tahun 1949, dengan tujuan untuk mencegah dan meringankan penderitaan dan melindungi korban tawanan perang dan bencana, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan dan pandangan politik.***

PROFIL PMI KOTA CILEGON

TERBENTUKNYA Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Cilegon seiring dengan proses perjalanan pembentukan Kotamadya Cilegon. Tahun 1998 Relawan PMI asal Cilegon yang saat itu adalah anggota KSR-TSR PMI Cabang Kabupaten Serang membentuk Panitia Persiapan Pembentukan PMI Cabang Kota Cilegon (P3PMI KC). Tanggal 26 Agustus 2000, diadakan Musyawarah Cabang (Muscab) sekaligus pembentukan Pengurus PMI Cabang Kota Cilegon yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Setelah Muscab, yakni pada tanggal 8 September 2000, PMI Daerah Jawa Barat (Banten waktu itu belum jadi Provinsi) mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan PMI Cabang Kota Cilegon No. 106/S.KP/PD/PC/PENG/2000 dan SK Pengesahkan Pengurus PMI Cabang Kota Cilegon periode 2000-2005 No.107/S.KP/PD/PC/Peng/2000 yang diketuai H. Rusli Ridwan yang masa itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon. Pada tanggal 29 September 2000, PMI Pusat mengeluarkan SK No.024/Kep- CB/PP/Peng/2000 tentang Pengukuhan Berdirinya PMI Cabang Kota Cilegon.

Pada periode 2005–2010, PMI Kota Cilegon dipimpin oleh H. Edi Ariadi yang juga menjabat sebagai Sekda Kota Cilegon. Selanjutnya, estafet kepemimpinan pada periode 2011-2016 beralih kepada H. Abdul Hakim Lubis (yang saat itu pun sebagai pejabat Sekda Kota Cilegon) dan berlanjut memimpin PMI Kota CIlegon pada periode 2016-2021.

Musyawarah V PMI Kota Cilegon yang digelar pada Desember 2021 menghantarkan kembali H. Abdul Hakim Lubis untuk ketiga kalinya sebagai ketua PMI Kota Cilegon masa bakti 2021-2026. Berikut susunan Pengurus PMI masa bakti 2021-2026 :

PELINDUNG
KETUA DEWAN KEHORMATAN
ANGGOTA DEWAN KEHORMATAN
ANGGOTA DEWAN KEHORMATAN
KETUA
WAKIL KETUA
KETUA BIDANG ORGANISASI, INFORMASI & KOMUNIKASI
KETUA BIDANG PENDIDIKAN & PELATIHAN
KETUA BIDANG KERJASAMA & KEMITRAAN
KETUA BIDANG PENGEMBAGAN SUMBER DAYA
KETUA BIDANG PELAYANAN DARAH
KETUA BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA
KETUA BIDANG ANGGOTA & RELAWAN
KETUA BIDANG PELAYANAN KESEHATAN & SOSIAL
SEKRETARIS
BENDAHARA

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

WALIKOTA CILEGON
H. MAMAN MAULUDIN
H. LUKMANUL HAKIM
ROMI WIRYA DINATA
H. ABDUL HAKIM LUBIS
ERWIN HARAHAP
SIMON AGUSTINUS MBETE WANGGE
HJ. LIA NURLIA MAHATMA
TB. DIKRIE MAULA WARDHANA
H. FREDY INDRADI
HJ. SRI RUSTIATI
H. ENCEP NURDIN
HJ. HENI ANITA SUSILA
HJ. RATIH PURNAMASARI
UJANG SAMSUL
MUHAMMAD YUNUS

Abdul Hakim Lubis

Ketua

2021-2026

Dikrie Maula Wardhana

Bidang Kerjasama & Kemitraan

2021-2026

Encep Nurdin

Bidang Penanggulangan Bencana

2021-2026

Erwin Harahap

Wakil Ketua

2021-2026

Fredy Indradi

Bidang Pengembangan Sumber Daya

2021-2026

Heni Anita Susila

Bidang Anggota & Relawan

2021-2026

Lia Nurlia Mahatma

Bidang Pendidikan & Pelatihan

2021-2026

Muhammad Yunus

Bendahara

2021-2026

Ratih Purnamasari

Bidang Pelayanan Kesehatan & Sosial

2021-2026

Sam Wangge

Bidang Organisasi, Informasi & Komunikasi

2021-2026

Sri Rustiati

Bidang Pelayanan Donor Darah

2021-2026

Ujang Samsul

Sekretaris

2021-2026

KAPASITAS PMI KOTA CILEGON

KEMAMPUAN Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon dalam melaksanakan tugas/mandat utama agar berjalan dengan baik dan lancar, sesuai dengan tuntutan zaman dan harapan masyarakat terhadap perhimpunan PMI ditentukan oleh empat faktor yakni :

Sumber daya manusia PMI terdiri dari :

  1. Pengurus (Kota & Kecamatan);
  2. Pegawai/Staf (Markas & Unit Donor Darah);
  3. Relawan (PMR, KSR, TSR dan DDS)

Prasarana dan sarana (perangkat keras/lunak) terdiri dari :

  1. Penunjang Rutinitas Kerja Markas & Unit Donor Darah;
  2. Dukungan Pelayanan Kebencanaan & Kesehatan.

Angaran dibutuhkan PMI untuk mendanai program/kegiatan :

  1. Operasional (Rutin) Markas & Unit Donor Darah;
  2. Pelayanan (Kebencanaan, Kesehatan, Sosial, Pembinaan Relawan dan Penyebarluasan Informasi Kepalangmerahan).

Dasar Hukum/Regulasi penyelenggaraan Kepalangmerahan antara lain :

  1. Undang-Undang No.1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahaan;
  2. Peraturan Pemerintah No……….. tentang Petunjuk Pelaksana Undang-Undang Kepalangmerahan;
  3. Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PMI;
    Rencana Strategis 2019-2024;
  4. Peraturan Organisasi (PO) PMI;
  5. Hasil Keputusan Musyawarah PMI Kota Cilegon tentang Rencana Program Prioritas Lima Tahunan;
  6. Hasil Keputusan Musyawarah Kerja PMI Kota Cilegon tentang Program Kerja Tahunan.

RELAWAN PMI

Pengertian Relawan dalam lingkungan organisasi PMI adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan kepalangmerahan baik secara tetap maupun tidak tetap sesuai dengan Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta diorganisasikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

Relawan PMI diwadahi dalam :

SEKILAS TENTANG PALANG MERAH REMAJA (PMR)

Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota PMI di kalangan pelajar (sekolah formal maupun non formal). PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan kesiapsiagaan bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

daftar UNIT PMR SE-KOTA CILEGON

Pilih Tingkatan
Nama SekolahJenjang SekolahTingkatan PMRNo. UnitTahun BerdiriSK Unit PMRNama PembinaSK PembinaLama Tugas
SMA Negeri 5 Kota CilegonSMA/SMK/MA/SederajatWira01018201110101/SK/II/2011Apriyani Dewi MayasariNO.010101/SK-Pembina/II/20202 Tahun
SMP Negeri 11 Kota CilegonSMP/MTs/SederajatMadya017872011022/SK-UNIT/PMR/II/2011Fera Susanti0211/000/PEM/20082 Tahun
SMP Al-Khairiyah Kota Cilegon SMP/MTs/SederajatMadya01010120090302/SKUNIT/II/2009Holid9299/SK-Pembina/III/20213 Tahun
SMP Negeri 3 Kota CilegonSMP/MTs/SederajatMadya010104201110101/SK/II/2011Holifah896/204 - TU1 Tahun
SMP Negeri 1 Kota CilegonSMP/MTs/SederajatMadya010103201110101/SK/II/2011Ida Nor ShantyNo. 420/ 161/ TU1 Tahun
SMK Negeri 2 Kota CilegonSMA/SMK/MA/SederajatWira0101045201110101/SK/II/2011Martina WaritaNO.010101/SK-Pembina/II/20202 Tahun
SMK YPWKS Kota CilegonSMA/SMK/MA/SederajatWira125.II.02.02.WIRA.23201310101/SK/II/2011Nurul SukmawatiNO.010101/SK-Pembina/II/202010 Tahun
SD Peradaban Kota CilegonSD/MI/SederajatMula017872011022/SK-UNIT/PMR/II/2011Rizky Firmansyah001/SPC/PB-Ekskul/VII/215 Tahun
MA Al-InayahSMA/SMK/MA/SederajatWira010102201110101/SK/II/2011Siti Kholidah LubisNO.010101/SK-Pembina/II/20202 Tahun
MA Negeri 1 Kota CilegonSMA/SMK/MA/SederajatWira01016201110101/SK/II/2011TuriyahNO.010101/SK-Pembina/II/20202 Tahun

daftar PEMBINA PMR SE-KOTA CILEGON

Pilih Tingkatan

Apriyani Dewi Mayasari

SMA Negeri 5 Kota Cilegon

Wira

Fera Susanti

SMP Negeri 11 Kota Cilegon

Madya

Holid

SMP Al-Khairiyah Kota Cilegon

Madya

Holifah

SMP Negeri 3 Kota Cilegon

Madya

Ida Nor Shanty

SMP Negeri 1 Kota Cilegon

Madya

Martina Warita

SMK Negeri 2 Kota Cilegon

Wira

Nurul Sukmawati

SMK YPWKS Kota Cilegon

Wira

Rizky Firmansyah

SD Peradaban Kota Cilegon

Mula

daftar ANGGOTA PMR SE-KOTA CILEGON

Pilih Tingkatan

MARKAS & UNIT DONOR DARAH (UDD)

MARKAS adalah : tempat bagi pengurus dan pegawai melakukan aktivitas pelayanan, baik administrasi maupun operasional PMI (Pusat/Provinsi/Kabupaten-Kota. Kepala Markas adalah pengurus/pegawai/tenaga profesional yang diangkat dan diberhentikan oleh Ketua PMI untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari pelayanan administrasi dan operasional PMI.

UNIT DONOR DARAH adalah : unit pelayanan teknis yang bertugas mencari, mengolah dan mendistribusikan darah kepada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) untuk didonorkan/ditransfusikan kepada pasien yang membutuhan darah.

A. DATA PEGAWAI PMI KOTA CILEGON

Ade Syaifullah

PSD, Diklat & Matra

Markas

Ahmad Mujahidin

Pelaksana Laboratorium

Unit Donor Darah

Ahmad Subhi

Cleaning Service

Unit Donor Darah

Alim

PB & Relawan

Markas

Arriadna

Kepala Unit Donor Darah

Unit Donor Darah

Ervin Mahdiar

Pelaksana Aftap

Unit Donor Darah

Fahrullah

Organisasi & Infokom

Markas

Febri Alamsyah Hasibuan

Pelaksana Laboratorium

Unit Donor Darah

Fetty Puspita

Kepegawaian & Keuangan

Markas

Hamdiyah

Keuangan

Unit Donor Darah

Ikbal Kamil

Pelaksana Aftap

Unit Donor Darah

Imam Firdaus

Umum & Logistik

Unit Donor Darah

PROGRAM KERJA 2022-2026

KEPENGURUSAN PMI Kota Cilegon masa bakti 2021-2026 yang dilantik pada awal tahun 2022 telah menetapkan Rencana Program Prioritas 5 (lima) tahun yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Dan dalam Musyawarah Kerja yang digelar Februari 2022, Pengurus PMI masa bakti 2021-2026 telah menetapkan Program Kerja Tahun 2022 dan 2023 yang telah diselaraskan dengan Rencana Strategis PMI 2019-2024 serta Pedoman Perencanaan dan Pelaporan (PMER) PMI.

VISI :

Terwujudnya PMI yang profesional dan berintegritas serta bergerak bersama masyarakat

MISI :

  1. Memelihara reputasi organisasi PMI di tingkat Nasional dan Internasional;
  2. Menjadi organisasi kemanusiaan terdepan yang memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah;
  3. Meningkatkan integritas dan kemandirian organisasi melalui kerjasama strategis yang berkesinambungan dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya di semua tingkatan PMI dengan mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.

TUJUAN STRATEGIS :

  1. MEMELIHARA reputasi dan meningkatkan akuntabilitas PMI sebagai organisasi kemanusiaan di tingkat Nasional maupun Internasional;
  2. MENINGKATKAN ketersediaan darah yang aman, mudah dijangkau, berkualitas dan berkesinambungan di seluruh Indonesia;
  3. MENINGKATKAN rekrutmen dan pembinaan Relawan sebagai tulang-punggung layanan kemanusiaan PMI, baik secara kuantitas dan kualitas;
  4. MENINGKATKAN mutu dan jangkauan pelayanan penanggulanan bencana, krisis kesehatan dan krisis kemanusiaan lainnya, melalui penguatan unit-unit pelayanan PMI di semua tingkatan dan pengembangan;
  5. MEWUJUDKAN PMI yang berfungsi baik, dengan Kepemimpinan yang kolektif-kolegial dan berpedoman kuat pada Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Internasional PM/BSM dengan tatakelola organisasi dan Markas yang sinergis dalam pelaksanaan kegiatan, peraturan organisasi, sistem, dan prosedur yang berlaku;
  6. MENINGKATKAN kapasitas PMI di semua tingkatan dalam mengelola infrastruktur material dasar (sarana-prasarana) untuk mendukung kegiatan operasional dan pelayanan;
  7. MENINGKATKAN kemandirian organisasi PMI secara berkesinambungan melalui kerjasama strategis disemua tingkatan dan inisiatif Pengembangan Sumber Daya yang inovatif.

RENCANA PROGRAM PRIORITAS (RPP) TAHUN 2022-2026

Rencana Program Prioritas (RPP) Tahun 2022-2026, sebagai berikut :

  1. Peningkatan Pelayanan Darah yang Berkualitas, Aman dan Mudah Dijangkau;
  2. Peningkatan Kemitraan Strategis & Pengembangan Sumber Daya (PSD);
  3. Pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SBB)/Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)/Satuan Madrasah Aman Bencana (SMAB);
  4. Pembentukan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di 8 (Delapan) Kecamatan;
  5. Go-Digital Pelayanan Kemanusiaan melalui Aplikasi SIMMUDAH (Sistem Informasi Manajemen Markas & Unit Donor Darah).

PROGRAM KERJA TAHUN 2022

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA

Guna menjalankan misi kemanusiaan serta meningkatkan kapasitas organisasi supaya berkesinambungan, PMI Kota Cilegon melaksanakan program Pengembangan Sumber Daya (PSD). Program ini diarahkan pada donasi masyarakat/pemerintah/industri/perusahaan/mitra kerja melalui kegiatan penggalangan bantuan berupa dana, prasarana dan sarana serta bentuk lainnya yang dapat menunjang lancarnya pelayanan PMI kepada masyarakat, baik pada masa aman, saat bencana maupun pascabencana.
Penggalangan Sumber Daya yang dilakukan PMI Kota Cilegon selama ini melalui :

  1. Hibah Pemerintah Daerah;
  2. Bulan Dana;
  3. Penggalangan Bantuan Insidentil (Bencana Alam/Pandemi);
  4. Kerjasama/Kemitraan Program/Kegiatan.

Hasil dari kegiatan PSD tersebut digunakan untuk mendanai program/kegiatan bidang kebencanaan, pelayanan kesehatan & sosial, peningkatan kapasitas relawan (PMR, KSR, TSR & DDS), peningkatan kapasitas organisasi (Markas & UDD) dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan dana masyarakat yang diperoleh dari kegiatan PSD, secara periodik PMI Kota Cilegon menyampaikan laporan secara terbuka melalui Forum Musyawarah/Musyawarah Luar Biasa/Musyawarah Kerja maupun secara langsung disampaikan kepada para donatur setelah selesai menjalankan program/kegiatan.

daftar DONASI

KEMITRAAN & KERJASAMA

DALAM menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, PMI menjalin kemitraan & kerjasama dengan stakeholders (pemangku kepentingan), baik dari unsur pemerintah, bisnis (perusahaan/perbankan/dll), organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi dan media (Pentahelix). Berikut daftar mitra kerja PMI Kota Cilegon :

Nama MitraAlamat MitraKontak MitraEmail MitraKategori MitraLingkup Kemitraan
DINAS KESEHATAN KOTA CILEGONJalan Pangeran Jayakarta No.47, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Provinsi Banten - 424110254 374762-PemerintahPembinaan Relawan, Penanggulangan Bencana, Pelayanan Kesehatan & Sosial, Pelayanan Donor Darah, Pengembangan SDM, Sarana & Prasarana
UNIVERSITAS AL-KHAIRIYAHJalan KH. Enggus Arja No. 1, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon085210945221 -Perguruan TinggiPembinaan Relawan, Penanggulangan Bencana, Pelayanan Kesehatan & Sosial, Pelayanan Donor Darah
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT & BANTEN, TBK.Jl. Cut Nyak Dien No. 1 Kecamatan Jombang Kota Cilegon - Banten0254-398718-BisnisPenanggulangan Bencana, Pelayanan Kesehatan & Sosial, Pelayanan Donor Darah
RS KRAKATAU MEDIKAJl. Semang Raya, Cilegon 42435 Banten, Indonesia0254 396333-BisnisPelayanan Donor Darah
RSUD KOTA CILEGONJl. Bojonegara, Panggung Rawi, Kec. Jombang, Kota Cilegon, Banten 424120254 330 461-PemerintahPelayanan Donor Darah

PENANGGULANGAN BENCANA

BENCANA dalah peristiwa/rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

PENANGGULANGAN BENCANA adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi. (Undang-Undang No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana);

KEBIJAKAN,  Program dan Kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon dalam Penanggulangan Bencana, tertuang pada tabel di bawah ini :

Kebijakan PMI Kota Cilegon dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (Disaster Risk Reduction) diarahkan/difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat & anggota Relawan (PMR, KSR, TSR dan DDS) melalui program MANTAB (Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana) dengan kegiatan sebagai berikut :

  1. Peningkatan Pelayanan Donor Darah yang Aman, Mudah Dijangkau dan Berkualitas;
  2. Peningkatan Kemitraan Strategis dan Pengembangan Sumber Daya;
  3. Pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB);
  4. Pembentukan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat);
  5. Penerapan Go Digital Pelayanan Kepalangmerahan melalui Aplikasi SIMMUDAH (Sistem Informasi Manajemen Markas dan Donor Darah) yang terintegrasi dengan website https://cilegonkota.pmi.or.id sebagai media penyebarluasan informasi kepalangmerahan kepada masyarakat, lintas stakeholder dan mitra kerja.

A. DATA KEJADIAN/BENCANA DI KOTA CILEGON

JenisKategoriTanggalJamPenyebabKecamatanKelurahanUraian/NarasiFoto Galeri

B. RENCANA OPERASI TANGGAP DARURAT BENCANA (TDB)/PENANGANAN KEJADIAN (INSIDEN)

C. LAPORAN RENCANA OPERASI TANGGAP DARURAT BENCANA (TDB)/PENANGANAN KEJADIAN (INSIDEN)

PMI KECAMATAN

GUNA mendekatkan pelayanan PMI kepada masyarakat, dibentuklah PMI Kecamatan dengan tugas pokok yang telah diatur dalam Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) serta Peraturan Organisasi (PO) PMI. Berikut susunan kepengurusan PMI Kecamatan se-Kota Cilegon

TENTANG SIAGA BENCANA BERBASIS MASYARAKAT

PROGRAM Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (Pertama) merupakan salah satu upaya PMI dalam rangka mengurangi risiko bencana dengan cara meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan/mitigasi bencana. Upaya ini diharapkan nantinya dapat mewujudkan ketangguhan dan kemandirian masyarakat terhadap upaya-upaya pengurangan risiko bencana.
Masyarakat yang mendapatkan pendidikan, pelatihan dan pembinaan oleh PMI melalui Program Pertama tersebut menjadi Tenaga Sukarelawan (TSR) yang diwadahi dalam Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat.
Pembentukan Tim Sibat PMI Kota Cilegon diawali dengan dilaksanakannya Program Pertama pada akhir tahun 2011, kerjasama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) hingga tahun 2015. Tim Sibat yang dibentuk berasal dari Kelurahan Samangraya (Kecamatan Citangkil), Kelurahan Kepuh (Kecamatan Ciwandan) dan Kelurahan Lebak Gede (Kecamatan Pulomerak).
Beberapa tahun kemudian, PMI Kota Cilegon membentuk kembali Tim Sibat di Lingkungan Ciporong, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak dan Lingkungan Gunung Sugih II, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak.
Pada tahun 2022, hasil Musyawarah Kerja PMI Kota Cilegon, pembentukan Tim Sibat telah dijadikan Pogram Prioritas hingga 2026.

DATA TIM SIBAT PMI KOTA CILEGON

DOKUMENTASI KEGIATAN TIM SIBAT PMI KOTA CILEGON 2012-2020

TENTANG APLIKASI SIMMUDAH

SIMMUDAH (Sistem Informasi Manajemen Markas & Unit Donor Darah) merupakan aplikasi berbasis kinerja yang terintegrasi dengan website PMI Kota Cilegon. Aplikasi ini dikembangkan secara mandiri oleh Staf Markas PMI Kota Cilegon guna mendukung Tata Kelola Markas dan Unit Donor Darah (UDD) serta pelayanan Kepalangmerahan  berbasis digital, yang bisa diakses secara luas oleh masyarakat.

Pembuatan aplikasi SIMMUDAH sebagai bagian dari pengembangan website PMI Kota Cilegon merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Rencana Strategis PMI 2019-2024 yang mengusung Visi “Profesional, Berintegaritas dan Bergerak bersama Masyarakat”.

A. FITUR/TAMPILAN UTAMA

TAMPILAN DESKTOP

TAMPILAN HP SELULER

Fitur/tampilan utama Aplikasi SIMMUDAH sebagai berikut :

  1. Menu Utama;
  2. Banner Informasi;
  3. Berita Terbaru;
  4. Persediaan Darah;
  5. Jadwal Donor Darah;
  6. Distribusi Darah;
  7. Alamat Markas & Unit Donor Darah;
  8. Link Mitra;
  9. Link Sosial Media;
  10. Info Posko 24 Jam;
  11. Donasi Online.

 

B. FITUR/TAMPILAN APLIKASI SIMMUDAH (RUANG KERJA PEGAWAI)

PANEL HALAMAN PEGAWAI

PANEL TAMPIL DATA

HALAMAN UTAMA PEGAWAI

PANEL ENTRI DATA

B. FITUR/TAMPILAN APLIKASI SIMMUDAH (RUANG PEMBINA PMR)

PANEL PEMBINA PMR

PANEL TAMPIL DATA

HALAMAN UTAMA PEMBINA PMR

PANEL ENTRI DATA

PANEL LOGIN

POSKO PMI CILEGON (24/7)

Posko PMI Kota Cilegon 24/7 mulai efektif diberlakukan sejak akhir tahun 2018, ketika terjadi Tsunami Selat Sunda di Banten (Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang). Tahun-tahun sebelumnya Posko PMI Kota Cilegon diaktifkan pada kejadian insidentil dan hanya diberlakukan kurang dari seminggu.

Tahun 2021, Relawan PMI Kota Cilegon mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Posko oleh PMI Provinsi Banten. Dari hasil diklat tersebut, saat ini Posko PMI Kota Cilegon telah memiliki struktur tugas yang makin jelas. Berikut Struktur Posko PMI Kota Cilegon :

A. FUNGSI & PERAN POSKO PMI

Posko merupakan ruang Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta pengendali kegiatan/aktivitas yang dilakukan oleh PMI (Pengurus, Kepala Markas & Relawan). Selain itu, Posko juga melaksanakan fungsi komunikasi dan koordinasi dengan stakeholders kebencanaan/kedaruratan, khususnya pemerintah (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri) dan mitra PMI serta menyebarluaskan informasi terkait kondisi cuaca dan  kebencanaan kepada masyarakat.

Peran Posko :

  1. Memantau, mengumpulkan dan menganalisa data dan atau informasi, baik yang diterima dari stakeholders kebencanaan/kedaruratan maupun dari masyarakat;
  2. Merencanakan tindak lanjut hasil analisa data dan atau informasi;
  3. Menyampaikan hasil analisa data dan atau informasi serta rencana tindak lanjut kepada Koordinator Operasional (Kepala Markas);
  4. Menyediakan, memberikan informasi serta membuka akses komunikasi kepada masyarakat, lintas stakeholder dan mitra terkait peringatan dini, kejadian/insiden kedaruratan dan bencana yang terjadi di wilayah tugasnya;
  5. Mengevaluasi kegiatan Posko dan menyampaikan laporan kepada Koordinator Operasional (Kepala Markas).

B. daftar PETUGAS POSKO

Amirulloh Choirul Anwar

Relawan

001-20016-II

Dedi Ali Yusuf

Relawan

001-20016-II

Fahruroji

Relawan

001-20016-II

Iin Inayah

Relawan

001-20016-II

Muhammad Dimas

Relawan

001-20016-II

Yola Yuliana

Relawan

001-20016-II

C. JADWAL POSKO

TahunBulanMingguTanggalDari JamSampai JamNama Petugas

D. LAPORAN HARIAN POSKO

MANDAT PMI

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan.
PMI mempunyai tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kesukarelaan, Kemandirian, Kesatuan, Kenetralan dan Kesemestaan.
PMI tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Undang-Undang No.1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, BAB V PALANG MERAH INDONESIA, Pasal 22, PMI bertugas :

  1. Memberikan bantuan kepada korban Konflik Bersenjata, kerusuhan, dan gangguan keamanan lainnya;
  2. Memberikan pelayanan darah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  3. Melakukan pembinaan relawan;
  4. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan Kepalangmerahan;
  5. Menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan;
  6. Membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri;
  7. Membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial; dan
  8. Melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, PMI bekerja sama dan berkoordinasi dengan organisasi internasional dan organisasi nasional yang bergerak di bidang kemanusiaan serta instansi pemerintah terkait (Pasal 29).

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia sendiri diawali sekitar tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Terpaksa rancangan itu disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan.

Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana; dr Marzuki; dr. Sitanala (anggota). Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 yang di ketuai oleh Drs. Mohammad Hatta. Didalam satu negara hanya ada satu perhimpunan nasional, maka 16 Januari 1950 pemerintah belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya ke PMI. Pihak NERKAI diwakili oleh dr. B. Van Trich sedangkan dari PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan.

PMI merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional. Setelah itu PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950

PMI terus memberikan bantuan hingga akhirnya Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan engan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia mengakui keberadaan PMI. Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949

Pada tahun 2018 PMI adalah organisasi kemanusiaan yang berstatus badan hukum, diundangkan dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan guna menjalankan kegiatan Kepalangmerahan sesuai dengan Konvensi Jenewa Tahun 1949, dengan tujuan untuk mencegah dan meringankan penderitaan dan melindungi korban tawanan perang dan bencana, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan Pandangan Politik.

PROFIL PMI CILEGON

TERBENTUKNYA Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Cilegon seiring dengan proses perjalanan pembentukan Kotamadya Cilegon. Tahun 1998 Relawan PMI asal Cilegon yang saat itu adalah anggota KSR-TSR PMI Cabang Kabupaten Serang membentuk Panitia Persiapan Pembentukan PMI Cabang Kota Cilegon (P3PMI KC). Tanggal 26 Agustus 2000, diadakan Musyawarah Cabang (Muscab) sekaligus pembentukan Pengurus PMI Cabang Kota Cilegon yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Setelah Muscab, yakni pada tanggal 8 September 2000, PMI Daerah Jawa Barat (Banten waktu itu belum jadi Provinsi) mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan PMI Cabang Kota Cilegon No. 106/S.KP/PD/PC/PENG/2000 dan SK Pengesahkan Pengurus PMI Cabang Kota Cilegon periode 2000-2005 No.107/S.KP/PD/PC/Peng/2000 yang diketuai H. Rusli Ridwan yang masa itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon. Pada tanggal 29 September 2000, PMI Pusat mengeluarkan SK No.024/Kep- CB/PP/Peng/2000 tentang Pengukuhan Berdirinya PMI Cabang Kota Cilegon.

Pada periode 2005–2010, PMI Kota Cilegon dipimpin oleh H. Edi Ariadi yang juga menjabat sebagai Sekda Kota Cilegon. Selanjutnya, estafet kepemimpinan pada periode 2011-2016 beralih kepada H. Abdul Hakim Lubis (yang saat itu pun sebagai pejabat Sekda Kota Cilegon) dan berlanjut memimpin PMI Kota CIlegon pada periode 2016-2021.

PELINDUNG
WALIKOTA CILEGON
KETUA DEWAN KEHORMATAN
H. MAMAN MAULUDIN
ANGGOTA DEWAN KEHORMATAN
H. LUKMANUL HAKIM
ROMI WIRYA DINATA

KETUA
H. ABDUL HAKIM LUBIS
WAKIL KETUA
ERWIN HARAHAP
KETUA BIDANG ORGANISASI, INFORMASI & KOMUNIKASI
SIMON AGUSTINUS MBETE WANGGE
KETUA BIDANG PENDIDIKAN & PELATIHAN
HJ. LIA NURLIA MAHATMA
KETUA BIDANG KERJASAMA & KEMITRAAN
TB. DIKRIE MAULA WARDHANA
KETUA BIDANG PENGEMBAGAN SUMBER DAYA
H. FREDY INDRADI
KETUA BIDANG PELAYANAN DARAH
HJ. SRI RUSTIATI
KETUA BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA
H. ENCEP NURDIN
KETUA BIDANG ANGGOTA & RELAWAN
HJ. HENI ANITA SUSILA
KETUA BIDANG PELAYANAN KESEHATAN & SOSIAL
HJ. RATIH PURNAMASARI
SEKRETARIS
UJANG SAMSUL
BENDAHARA
MUHAMMAD YUNUS

KAPASITAS PMI KOTA CILEGON

KEMAMPUAN Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon dalam melaksanakan tugas/mandat utama agar berjalan dengan baik dan lancar, sesuai dengan tuntutan zaman dan harapan masyarakat terhadap perhimpunan PMI ditentukan oleh empat faktor yakni :

Sumber daya manusia PMI terdiri dari :

  1. Pengurus (Kota & Kecamatan);
  2. Pegawai/Staf (Markas & Unit Donor Darah);
  3. Relawan (PMR, KSR, TSR dan DDS)

Prasarana dan sarana (perangkat keras/lunak) terdiri dari :

  1. Penunjang Rutinitas Kerja Markas & Unit Donor Darah;
  2. Dukungan Pelayanan Kebencanaan & Kesehatan.

Angaran dibutuhkan PMI untuk mendanai program/kegiatan :

  1. Operasional (Rutin) Markas & Unit Donor Darah;
  2. Pelayanan (Kebencanaan, Kesehatan, Sosial, Pembinaan Relawan dan Penyebarluasan Informasi Kepalangmerahan).

Dasar Hukum/Regulasi penyelenggaraan Kepalangmerahan antara lain :

  1. Undang-Undang No.1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahaan;
  2. Peraturan Pemerintah No……….. tentang Petunjuk Pelaksana Undang-Undang Kepalangmerahan;
  3. Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PMI;
    Rencana Strategis 2019-2024;
  4. Peraturan Organisasi (PO) PMI;
  5. Hasil Keputusan Musyawarah PMI Kota Cilegon tentang Rencana Program Prioritas Lima Tahunan;
  6. Hasil Keputusan Musyawarah Kerja PMI Kota Cilegon tentang Program Kerja Tahunan.

PELAYANAN

Pelayanan kemanusiaan/kepalangmerahan yang dilaksanakan oleh PMI yakni  :

  1. Darah Aman;
  2. Mudah Dijangkau;
  3. Berkualitas.
  1. Penguranagn Risiko Bencana;
  2. Tanggap Darurat Bencana;
  3. Program Pacabencana.
  1. Pelayanan Kesehatan Masyarakat;
  2. Pelayanan Kesehatan Darurat;
  3. Pelayanan Sosial.
  1. Rekrutmen;
  2. Pendidikan & Pelatihan;
  3. Mobilisasi;
  4. Penghargaan;
  5. Forum Pertemuan (Forum Palang Merah Remaja Indonesia/Forpis, Forum Relawan/Forel, Jumbara, Temu Karya Relawan, Temu Sibat).
  1. Diseminasi;
  2. Sosialisasi;
  3. Promosi;

PROGRAM KERJA 2022-2026

KEPENGURUSAN PMI Kota Cilegon masa bakti 2021-2026 yang dilantik pada awal tahun 2022 telah menetapkan Rencana Program Prioritas 5 (lima) tahun yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Dan dalam Musyawarah Kerja yang digelar Februari 2022, Pengurus PMI masa bakti 2021-2026 telah menetapkan Program Kerja Tahun 2022 dan 2023 yang telah diselaraskan dengan Rencana Strategis PMI 2019-2024 serta Pedoman Perencanaan dan Pelaporan (PMER) PMI.

VISI :

Terwujudnya PMI yang profesional dan berintegritas serta bergerak bersama masyarakat

MISI :

  1. Memelihara reputasi organisasi PMI di tingkat Nasional dan Internasional;
  2. Menjadi organisasi kemanusiaan terdepan yang memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah;
  3. Meningkatkan integritas dan kemandirian organisasi melalui kerjasama strategis yang berkesinambungan dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya di semua tingkatan PMI dengan mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.

TUJUAN STRATEGIS :

  1. MEMELIHARA reputasi dan meningkatkan akuntabilitas PMI sebagai organisasi kemanusiaan di tingkat Nasional maupun Internasional;
  2. MENINGKATKAN ketersediaan darah yang aman, mudah dijangkau, berkualitas dan berkesinambungan di seluruh Indonesia;
  3. MENINGKATKAN rekrutmen dan pembinaan Relawan sebagai tulang-punggung layanan kemanusiaan PMI, baik secara kuantitas dan kualitas;
  4. MENINGKATKAN mutu dan jangkauan pelayanan penanggulanan bencana, krisis kesehatan dan krisis kemanusiaan lainnya, melalui penguatan unit-unit pelayanan PMI di semua tingkatan dan pengembangan;
  5. MEWUJUDKAN PMI yang berfungsi baik, dengan Kepemimpinan yang kolektif-kolegial dan berpedoman kuat pada Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Internasional PM/BSM dengan tatakelola organisasi dan Markas yang sinergis dalam pelaksanaan kegiatan, peraturan organisasi, sistem, dan prosedur yang berlaku;
  6. MENINGKATKAN kapasitas PMI di semua tingkatan dalam mengelola infrastruktur material dasar (sarana-prasarana) untuk mendukung kegiatan operasional dan pelayanan;
  7. MENINGKATKAN kemandirian organisasi PMI secara berkesinambungan melalui kerjasama strategis disemua tingkatan dan inisiatif Pengembangan Sumber Daya yang inovatif.

RENCANA PROGRAM PRIORITAS (RPP) TAHUN 2022-2026

Rencana Program Prioritas (RPP) Tahun 2022-2026, sebagai berikut :

  1. Peningkatan Pelayanan Darah yang Berkualitas, Aman dan Mudah Dijangkau;
  2. Peningkatan Kemitraan Strategis & Pengembangan Sumber Daya (PSD);
  3. Pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SBB)/Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)/Satuan Madrasah Aman Bencana (SMAB);
  4. Pembentukan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di 8 (Delapan) Kecamatan;
  5. Go-Digital Pelayanan Kemanusiaan melalui Aplikasi SIMMUDAH (Sistem Informasi Manajemen Markas & Unit Donor Darah).

PROGRAM KERJA TAHUN 2022

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA

GUNA menjalankan misi kemanusiaan serta meningkatkan kapasitas organisasi supaya berkesinambungan, PMI Kota Cilegon melaksanakan program Pengembangan Sumber Daya (PSD). Program ini diarahkan pada donasi masyarakat, pemerintah, industri/perusahaan, perbankan, media massa maupun perguruan tinggi melalui kegiatan penggalangan bantuan berupa dana, prasarana dan sarana serta bentuk lainnya yang dapat menunjang lancarnya pelayanan PMI kepada masyarakat, baik pada masa aman, saat bencana maupun pascabencana.

Pengembangan Sumber Daya yang dilakukan PMI Kota Cilegon selama ini melalui :

  1. Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD);
  2. Hibah Pemerintah Daerah;
  3. Bulan Dana (Tahunan);
  4. Penggalangan Bantuan Insidentil (Bencana Alam/Pandemi);
  5. Kerjasama/Kemitraan Dukungan Program/Kegiatan;
  6. Usaha lain yang sah dan tidak mengikat.

Hasil dari kegiatan PSD tersebut digunakan untuk mendanai program/kegiatan bidang kebencanaan, pelayanan kesehatan & sosial, peningkatan kapasitas relawan (PMR, KSR, TSR & DDS), peningkatan kapasitas organisasi (Markas & UDD) dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan dana masyarakat yang diperoleh dari kegiatan PSD, secara periodik PMI Kota Cilegon menyampaikan laporan secara terbuka melalui Forum Musyawarah/Musyawarah Luar Biasa/Musyawarah Kerja maupun secara langsung disampaikan kepada para donatur setelah selesai menjalankan program/kegiatan.

KERJASAMA & KEMITRAAN

DALAM menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, PMI menjalin kemitraan & kerjasama dengan stakeholders (pemangku kepentingan), baik dari unsur pemerintah, bisnis (perusahaan/perbankan/dll), organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi dan media (Pentahelix). Berikut daftar mitra kerja PMI Kota Cilegon :

Unsur Pemerintah :

  1. BPBD Kota Cilegon;
  2. Dinkes Kota Cilegon;
  3. Dinsos Kota Cilegon;
  4. Dindik Kota Cilegon;
  5. Kementerian Agama Kota Cilegon;
  6. Diskomsantik Kota Cilegon;
  7. Damkar Kota Cilegon;
  8. Basarnas Banten;
  9. Lanal Banten;
  10. Kodim 0623 Cilegon;
  11. Polres Cilegon;

Unsur Bisnis (Perusahaan/Perbankan) :

Unsur Akademisi :

Unsur Organisasi Masyarakat :

  1. Yayasan Mengetuk Pintu Langit (YMPL);

Unsur Media :

  1. Kabar Banten;
  2. Radar Banten;
  3. Satelit News;

REKAM JEJAK BAKTI & KARYA PMI

JADWAL DONOR DARAH

TanggalJam MulaiJam BerakhirLokasiTargetPenyelenggaraJumlah Petugas
Kamis, 12 Mei 202212:00 WIB12:00 WIBAula RS Citra Sundari50 orangUDD Kota Cilegon5 orang
Selasa, 10 Mei 202208:00 WIB12:00 WIBKodim50 orangKodim5 orang
Selasa, 10 Mei 202208:00 WIB12:00 WIBDinas Kesehatan60 orangDinas Kesehatan5 orang
Kamis, 31 Maret 202208:00 WIB12:00 WIBHotel Mambruk Anyer50 orangHotel Mambruk Anyer6 orang
Rabu, 30 Maret 202208:00 WIB12:00 WIBPT. Lestari Banten Energi50 orangPT. LBE6 orang
Selasa, 29 Maret 202208:00 WIB12:00 WIBSKKS CRM50 orangSerikat Karyawan Krakatau Steel6 orang
Senin, 28 Maret 202208:00 WIB12:00 WIBSKKS HSM50 orangSerikat Karyawan Krakatau Steel6 orang

JADWAL DONOR DARAH

TanggalJam MulaiJam BerakhirLokasiTargetPenyelenggaraJumlah Petugas
Kamis, 12 Mei 202212:00 WIB12:00 WIBAula RS Citra Sundari50 orangUDD Kota Cilegon5 orang
Selasa, 10 Mei 202208:00 WIB12:00 WIBKodim50 orangKodim5 orang
Selasa, 10 Mei 202208:00 WIB12:00 WIBDinas Kesehatan60 orangDinas Kesehatan5 orang
Kamis, 31 Maret 202208:00 WIB12:00 WIBHotel Mambruk Anyer50 orangHotel Mambruk Anyer6 orang
Rabu, 30 Maret 202208:00 WIB12:00 WIBPT. Lestari Banten Energi50 orangPT. LBE6 orang
Selasa, 29 Maret 202208:00 WIB12:00 WIBSKKS CRM50 orangSerikat Karyawan Krakatau Steel6 orang
Senin, 28 Maret 202208:00 WIB12:00 WIBSKKS HSM50 orangSerikat Karyawan Krakatau Steel6 orang

DISTRIBUSI DARAH