PMI CILEGON IKUTI SIMULASI KEDARURATAN KESEHATAN MASYARAKAT 2022

CILEGON,- Kota Cilegon merupakan daerah dengan potensi bencana tertinggi di Indonesia, selain bencana alam juga terdapat potensi bencana kegagalan teknologi, sehingga terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Simulasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Akibat Cemaran B3 Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Kawasan Industri PT. Krakatau Steel tepatnya di depan PT. Communication Cable Systems Indonesia

Pada kegiatan ini hadir, Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, Walikota Cilegon, Helldy Agustian, Forkopimda Cilegon, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten, Kepala Dinas Keshatan Cilegon, Ratih Purnamasari, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Adil Triyatno, Kepala BPBD Cilegon, Nikmatullah, Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis, serta instansi terkait dan undangan lainnya. Dalam kegiatan simulasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon menugaskan belasan personil dengan 1 unit ambulans sebagai peserta simulasi tersebut bersama dengan personil dari tim Nubika Zeni TNI Angkatan Darat, Damkar Cilegon, Satpol PP, tim Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Cilegon, RSUD, RSKM, Kantor Kesehatan Labuan serta instansi terkait lainnya.

“Sesuai amanat Undang-undang kepalangmerahan nomor 1 tahun 2018, salah satu mandat PMI yaitu membantu dalam Penanggulangan Bencana, Pada masa normal kegiatan mitigasi dan kesiapsaiagaan bencana perlu ditingkatkan, salah satunya dengan kegiatan simulasi ini, pada kegiatan simulasi ini kami menugaskan sebanyak 17 personil, yang dibagi menjadi 4 tim yang berperan untuk membantu pada evakuasi korban dari area Warm Zone ke Cold Zone atau menuju tenda triase, membantu evakuasi dari triase menuju ke Rumah Sakit Lapangan, tim administrasi pendamping dokter di tenda triase dan tim perbantuan di Rumah Sakit Lapangan”. terang Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis.

Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian dalam sambutannya menyampaikan tiga bencana yang ditakutkannya terjadi di Cilegon, yakni bencana alam, bencana industri, dan bencana yang mengakibatkan keduanya. Oleh karena itu, kesiapsiagaan bencana penting untuk dilakukan sebagai langkah antisipasi.

“Ada 3 hal yang saya takutkan terjadi di Cilegon, yang pertama bencana alam, yang kedua bencana industri dan ketiga adalah bencana alam yang mengakibatkan bencana industri, oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi – tingginya kepada pihak penyelenggara atas dipercayanya Kota Cilegon sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan simulasi ini,” ucapnya saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut, Sabtu (26/11/2022).

“Mari kita berinvestasi kesiapsiagaan pada pra bencana, agar dampak bencana yang timbul dapat ditekan, dampak ekonomi lebih murah, dan bermanfaat bagi keberlangsungan usaha dan mata pencaharian masyarakat,” lanjutnya.

Helldy berharap kegiatan ini dapat meningkatkan penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana di Kota Cilegon.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan dan melahirkan rumusan-rumusan yang dapat membawa kemajuan dan perbaikan di bidang penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana khususnya di Kota Cilegon, sehingga tujuan untuk menciptakan masyarakat Kota Cilegon yang cerdas,adil, makmur, mandiri dan tangguh akan dapat tercapai,” harapnya.

Sementara itu, sebagai Pembina Apel pada kegiatan simulasi ini, Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan kegiatan simulasi tersebut merupakan bentuk uji Rencana Kontinjensi yang telah dipersiapkan.

“Simulasi lapangan ini merupakan bentuk uji Rencana Kontinjensi yang telah dipersiapkan, tepat dan efektifnya suatu Rencana Kontinjensi Kedaruratan Kesehatan hanya dapat diketahui dengan menerapkannya dalam kejadian sebenarnya atau dengan mengujinya dalam table top exercise maupun simulasi lapangan,” paparnya

Dalam kesempatan itu juga, Maxi pun berharap agar seluruh pihak dapat berpartisipasi sehingga rencana tersebut mampu diimplementasikan secara baik.

“Rencana Kontijensi hanya dapat diterapkan dengan baik, bila seluruh jajaran terkait dan segenap lapisan masyarakat, termasuk kalangan swasta serta pelaku usaha turut berperan serta dan bekerjasama dengan baik,” lanjutnya. Untuk itu, Maxi mengajak seluruh instansi dan masyarakat agar bekerja sama mewujudkan Cilegon yang siap siaga dalam menghadapi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Terlebih Cilegon merupakan wilayah yang rawan mengalami bencana alam.

“Kota Cilegon merupakan kawasan industri dan strategis nasional, dimana kawasannya rawan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan vulkanik, tidak terlepas juga dari ancaman bahaya kimia yang sewaktu waktu dapat terjadi dan menimbulkan dampak kesehatan yang luas sehingga menyebabkan terjadinya suatu Kedaruratan Kesehatan Masyarakat,” ungkapnya.

“Oleh karenanya saya mengajak kepada seluruh instansi pemerintah di Kota Cilegon dan masyarakat untuk bahu membahu, saling melengkapi, berkoordinasi, dan bekerjasama dengan sebaik – baiknya dalam mewujudkan Kota Cilegon yang siap siaga menghadapi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat khususnya yang diakibatkan oleh bahaya kimia,” pungkasnya.

Selain itu, hal ini juga merupakan wujud pelaksanaan amanat Undang Undang nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam hal penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk maupun wilayah, khususnya dalam kesiapsiagaan menghadapi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.*